Senin, 23 November 2009

ANAK JALANAN KOTA BANDUNG



Beragam anak yang tinggal dan hidup di jalan raya Kota Bandung. Khusunya saya melihat anak jalanan yang terdapat di daerah jalan simpang dago dan beberapa jalan lainnya disekitar kota bandung. Anak itu adalah anak-anak yang ingin mendapat kebebasan dari aturan orang tua, anak yang memanfaatkan jalan sebagai tempat pelarian atau mereka yang sudah turun-temurun hidup di jalanan. Anak jalanan yang turun-temurun inilah yang seharusnya memperoleh perhatian lebih dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dalam anggaran pendidikan daerah.
Anak jalanan didefinisikan sebagai individu yang memiliki batas usia sampai 18 tahun, dan menghabiskan sebagian besar waktunya di jalan, baik untuk bermain maupun untuk mencari nafkah. Realitas pengalaman yang dihadapi tersebut, akan membangun skema kognitif yang unik dari anak jalanan tentang lingkungan dengan perilakunya. Realitas yang dimaksud adalah bagaimana mereka mendapatkan perlakuan dari lingkungan dan bagaimana peran yang harus dipilih (role taking) ketika mereka berinteraksi dengan lingkungan.
Anak jalanan kita ketahui bersama bahwa mereka sangat sulit sekali untuk dientaskan, bukan karena tidak ada banyak dana yang turun, melainkan memang terlampau kompleksnya permasalahan yang ada di sekitar anak jalanan tersebut. Yang lebih mengerikan lagi adalah ketika banyak anak jalanan yang melalukan tindakan kriminal mulai dari mencopet, menjambret bahkan hingga melakukan pengaiayaan. Miris lagi ketika kenyataan anak jalanan yang ada sekarang ini, khususnya di Bandung adalah kebanyakan anak di bawah umur 5 tahun.
Banyak faktor yang berpengaruh terhadap fenomena anak jalanan. Faktor makro yang memunculkan masalah tersebut yaitu; pertumbuhan ekonomi yang tidak merata, partisipasi sekolah pada anak usia sekolah yang memunculkan drop-out, pembangunan kawasan dan perkotaan yang belum merata, dan masalah kultur. Sedangkan masalah mikro di dalamnya tercakup; ajakan teman, desakan orang tua untuk mencari nafkah, rumah tangga yang tidak harmonis, anak dengan orang tua single parent, dan ketidakpuasan terhadap sekolah atau guru.
Anak jalanan telah memiliki tanggung jawab yang tinggi terhadap keluarga. Makna keluarga bagi mereka adalah sekelompok orang di mana dia harus ikut ambil bagian dalam menjaga keberlangsungan hidup mereka. Makna konstribusi terhadap keluarga bagi anak jalanan adalah seberapa besar uang yang harus disetorkan kepada orang tuanya dalam rangka membantu kehidupan keluarganya. Di samping itu, mereka sudah memiliki tanggung jawab terhadap dirinya sendiri, misalnya membayar uang sekolah dengan biaya yang didapatkan dari hasil keringat mereka.



Menurut saya, cara untuk menyelesaikan permasalahan anak jalanan ini adalah bukan dengan menakut-nakuti dengan ancaman dari SATPOL PP, namun cara yang paling baik adalah dengan melakukan pembinaan. Pembinaan itu dapat dengan berbagai macam cara dan salah satunya adalah dengan memberikan pendidikan kecakapan hidup(life skill).
Harapannya, dengan diberikannnya pendidikan kecakapan hidup ini(dan tentu saja plus dengan diberikan dana usaha) mereka akan dengan sadar melakukan usaha-usaha sesuai dengan keringat dan keahlian mereka. Hal tersebut diyakini sebagai usaha yang patut dihargai dan memiliki kehormatan yang lebih tinggi daripada hanya sekedar mengamen atau meminta-minta.
Pendampingan dapat dilakukan oleh seorang Pekerja Sosial dari LSM, Orsos, atau orang kiriman dari dinas sosial setempat dengan dana paling utama adalah disupport oleh pemerintah. Kemudian setelah anak jalanan selesai menjalani masa pelatihan life skill, tidak serta merta dilepas langsung, melainkan masih ada controlling hingga mereka benar-benar bisa menjadi mandiri dan keluar secara permanen dari jalanan.
Sebagai masyarakat awam, kita juga tidak bisa merasa tidak bertanggung jawab terhadap anak jalanan, kita patutnya juga bisa mengedukasi mereka dengan tidak memberikan uang untuk peminta-minta langsung di jalanan, namun kalau memang merasa kasihan, berikanlah sebagaian harta Anda tersebut kepada LSM atau lembaga yang benar-benar mengurusi mereka. Jadi uang bantuan dari Anda tersebut bisa juga dialokasikan sebagai tambahan dana modal untuk anak jalanan.

Jumat, 29 Mei 2009





PSIKOTROPIKA

Zat/obat yang dapat menurunkan aktivitas otak atau merangsang susunan syaraf pusat dan menimbulkan kelainan perilaku, disertai dengan timbulnya halusinasi (mengkhayal), ilusi, gangguan cara berpikir, perubahan alam perasaan dan dapat menyebabkan ketergantungan serta mempunyai efek stimulasi (merangsang) bagi para pemakainya. Jenis jenis yang termasuk psikotropika:

1. Ecstasy

Efek yang ditimbulkan oleh pengguna ecstasy adalah: Diare, rasa haus yang berlebihan, hiperaktif, sakit kepa
la dan pusing, menggigil yang tidak terkontrol, detak jantung yang cepat dan sering, mual disertai muntah-muntah atau hilangnya nafsu makan, gelisah/tidak bisa diam. Akibat jangka panjangnya adalah kecanduan, syaraf otak terganggu, gangguan lever, hingga berujung pada kematian. Ekstasi dikenal dengan sebutan inex, I, kancing, dll.

2. Sabu-sabu

Efek yang ditimbulkan :
- Menjadi bersemangat
- Gelisah dan tidak bisa diam
- Tidak bisa tidur
- Tidak bisa makan
- Jangka panjang: fungsi otak terganggu dan bisa berakhir dengan kegilaan.
- Paranoid
- Lever tergangguGejala pecandu yang putus obat:
- Cepat marah
- Tidak tenang

- Cepat lelah
- Tidak bersemangat/ingin tidur terus


NARKOTIKA

Adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menimbulkan pengaruh-pengaruh tertentu bagi mereka yang menggunakan dengan memasukkannya ke dalam tubuh manusia.
Pengaruh tersebut berupa pembiusan, hilangnya rasa sakit, rangsangan semangat , halusinasi atau timbulnya khayalan-khayalan yang menyebabkan efek ketergantungan bagi pemakainya.Macam-macam narkotika:

1. OPIOID (OPIAD)
Opioid atau opiat berasal dari kata opium, jus dari bunga opium, Papaver somniverum, yang mengandung kira-kira 20 alkaloid opium, termasuk morfin. Nama Opioid juga digunakan untuk opiat, yaitu suatu preparat atau derivat dari opium dan narkotik sintetik yang kerjanya menyerupai opiat tetapi tidak didapatkan dari opium.opiat alami lain atau opiat yang disintesis dari opiat alami adalah heroin (diacethylmorphine), kodein (3-metho
xymorphine), dan hydromorphone (Dilaudid).Bahan-bahan opioida yang sering disalahgunakan adalah :

Candu ,Morfin /heroin,Codein,Demerol,Methadone

Efek yang ditimbulkan dari Opoid ini adalah:

* Mengalami pelambatan dan kekacauan pada saat berbicara
* Kerusakan penglihatan pada malam hari
* Mengalami kerusakan pada liver dan ginjal
* Peningkatan resiko terkena virus HIV dan hepatitis dan penyakit infeksi lainnya .
* Penurunan hasrat dalam hubungan sex, kebingungan dalam identitas seksual, kematian karena overdosis.

2. KOKAIN (SHABU-SHABU)

Kokain diklasifikasikan sebagai suatu narkotik, bersama dengan morfin dan heroin karena efek adiktif dan efek merugikannya telah dikenali.Efek yang ditimbulkan:

* Menjadi bersemangat, gelisah dan tidak bisa diam, tidak bisa makan, paranoid, lever terganggu.
* Shabu-shabu mengakibatkan efek yang sangat kuat pada system syaraf .Pemakai shabu-shabu secara mental akan bergantung pada zat ini dan penggunaan yang terus menerus dapat merusakan otot jantung dan bahkan menyebabkan kematian.
* Shabu-shabu sangat berbahaya karena prilaku yang menjurus pada kekerasan merupakan efek langsu
ng dari penggunannya. Bahkan sering menyebabkan impoten.
* Berat badan menyusut, kejang-kejang, halusinasi, paranoid, kerusakan usus ginjal.

3. GANJA

Ganja mengandung sejenis bahan kimia yang disebut delta-9-tetrahydrocannabinol (THC) yang dapat mempengaruhi suasana hati manusia dan mempengaruhi cara orang tersebut melihat dan mendengar hal-hal disekitarnya. Orang bilang memakai sekali-sekali tidak akan bikin katagihan. Ganja dapat mempengaruhi konsentrasi dan ingatanmu. Dan seringkali, para pengguna ganja akan mencari obat-obatan yang lebih keras dan lebih mematikan.
* Akibat-akibat lainnyaganja adalah: kehilangan konsentrasi,meningkatnya denyut nadi, keseimbangan dan koordinasi tubuh yang buruk, ketakutan dan rasa panik, depresi, kebingungan dan halusinasi.



lo dah tau kan gimana bahayanya narkoba?????? ga usah deh lo nyoba” make narkoba!!!!!!!!!!!

Mo gaul ga usah make narkoba kaleeeee,masih jaman aja…huuhh